Hafalan Quran Yang Begitu Indah

Ini adalah pagi yang indah. Indah banget malah.

Keadaan sekitar rumah gue sunyi. Orang-orang sudah pada sibuk kerja. Cuman gue doang yang nyantai.

Sunyi pagi ini indah karena gue dengan burung-burung di sekitar rumah rumah gue bersiul-siul. Meskipun ga tau namanya, gue sangat bersyukur masih bisa mendengarkan kicauan mereka.

Pagi hari adalah saat yang istimewa bagi gue.

Gue punya ritual khusus. Duduk di bawah pohon, membuka al Quran. Dan menghafalnya.

 

Bersamanya Melewati Masa-Masa Sulit

Gue pernah juga mengalami masa-masa sulit. Apalagi ketika tahu bahwa gue seorang Bipolar Disorder…

Ketika itu gue diombang-ambingkan di antara fase maniak dan fase depresi.

Seolah-olah gue berada di sebuah dunia yang gelap gulita. Di dunia itu gue merangkak-rangkak, ingin keluar darinya.

Gue ingin pindah ke satu dunia lain yang gue lihat. Dunia yang bercahaya. Yang penuh senyuman. Keceriaan. Dan kebahagiaan.

Tapi susah banget.

Gue ga bisa berbuat apa-apa kecuali terpuruk dalam jurang yang penuh duri.

Itu cerita singkatnya.

Terus gue obatin dengan cara membaca Quran. Gue niatin untuk nyembuhin penyakit yang kata manusia ga ada obatnya.

 

Mulai Merajut Hidup 

Setelah fase penyembuhan itu, hidup gue masih berantakan.

Belum punya income yang jelas. Itu intinya.

Apalagi rumah ato kendaraan. Boro-boro!

Lagi-lagi al Quran menemani masa-masa sulit itu. Membacanya seolah-olah gue berdialog dengan Pencipta Alam Raya ini.

Gue tumpahin segala beban yang memberati jiwa gue.

Gue serahin segalanya.

Dalam kata yang singkat, gue belajar ridha atas semua kejadian yang menimpa gue.

Di lain sisi, gue mati-matian bekerja. Tentu saja bukan sekedar bekerja. Bekerja yang diniatin secara ikhlas sebagai bentuk ibadah.

 

Kehidupan-pun Berubah

Tidak perlu waktu yang lama, sedikit demi sedikit kehidupan gue mulai berubah. Efek bipolar itu mulai memudar.

Gue mulai sembuh…

Ya tentu aja ga dalam waktu singkat. Gue sadari itu. Makanya gue belajar sabar.

Impaknya luar biasa.

Gue mulai bisa fokus.

Gue ga ngerasin lagi fase maniak en depresi.

Itulah awal kehidupan yang mulai berubah.

 

Satu per satu cita-cita gue mulai muncul jadi kenyataan…

Dan dari sekian cita-cita, yang  paling gue inginkan adalah hafal Quran.

 

Setiap kali menghafal Quran, jiwa gue seolah-olah memasuki dunia yang sangat teduh. Turun ke dalam hati. Dan gue merasakan kesejukan itu sepanjang hari.

 

Doain gue ya, supaya cepet menghafalnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.