Kata Mutiara Islam Penyejuk Hati

Ini bukan kata-kata mutiara Islam penyejuk hati. Hanya sekedar kata-kata indah dari dalam jiwa.

Sebuah untaian kalimat penenang jiwa…

…untuk muslim yang dihangatkan oleh api unggun keimanan…

…untuk muslimah yang disegarkan oleh embun kebahagiaan.

Tanpa panjang lebar, marilah kita dengarkan satu per satu rangkaian kata Islami penyejuk hati.

 

KATA MUTIARA CINTA ROMANTIS ISLAMI

 

Akulah Embun Penyejuk Hatimu

Kutuliskan kata demi kata ini di saat hatiku penuh dengan kebahagiaan.

Satu per satu…

…bulir kebahagiaan jatuh menetes dan pecah di lantai jiwaku.

 

Aku tahu,

Seorang suami yang baik pergi ke luar rumah: mencari nafkah, menunaikan kewajiban, meretas kehidupan nan bahagia.

Bukan hanya untuk dirinya. Melainkan untuk keluarganya juga.

 

Dari matanya aku dapat memahami betapa rasa itu begitu membuncah; rasa cinta yang bersemi, kasih sayang yang bermekaran, serta rasa tanggung jawab seorang lelaki yang beriman.

Semua itu. Semua itu membuat jiwaku merasakan getar-getar kebahagiaan.

 

Tetapi…

Seorang lelaki harus berjuang.

Kadang kehidupan ini tak seindah khayalan. Tak seteduh taman bunga-bunga.

 

Sebaliknya,

Kehidupan kadangkala digoncangkan amuk badai, digentarkan oleh gelombang penderitaan.

Dan itulah yang kulihat pada raut wajahnya.

 

Meskipun ia tak pernah mengatakannya…

Meskipun menyimpannya rapi-rapi di lubuk hati…

Tapi aku tahu bahwa engkau sedang menghadapi masa-masa sulit.

 

Engkau tak perlu cemas, kekasihku.

Sepahit apapun kehidupan ini, aku tetap setia mendampingimu.

Sepanas apapun cobaan ini, jangan pernah menyerah…

 

…sebab aku di sini. Di sini sebagai embun penyejuk hatimu.

 

 

 

Engkaulah Mutiara Di Rumahku

Cantik…

Kekasihku…

 

Aku mencintaimu.

Aku merasakan seolah-olah kedamaian berjatuhan ke sekujur tubuhku setiap kali kutatap wajah lembutmu.

 

Aku nyaman. Nyaman sekali di sampingmu.

Berbaring di sisimu bagaikan seorang bayi yang damai dalam pangkuan kasih sayang. Tak ingin beranjak jauh dari dirimu.

 

Satu-satunya yang kucemaskan saat bersamamu…

…apakah aku bisa membalas setiap kebaikan yang kau curahkan untukku?

 

Sebab setiap senyumanmu adalah penguat saat jiwaku rapuh; peneduh saat jiwaku kemarau; penyembuh saat diriku terjatuh dan terluka; dan penyempurna di kala berbahagia.

 

Engkaulah permata di rumah ini. Indah. Bercahaya. Begitu mewah.

 

 

 

Kata-Kata Indah Muslimah 

 

 

 

**Berikut ini masih tentang kata-kata mutiara Islam penyejuk hati. Dan kali ini kata-kata indah dari sisi seorang muslimah. 

Adapun isinya adalah kumpulan prosa dan puisi. Bertema cinta, kehidupan, dan kebijaksanaan berlandaskan kitab suci dan sunnah. 

Silakan nikmati sajian sejuk berikut ini. 

_

Kunanti Engkau Di Ujung Doa

Dan tentang cinta_

Aku ingin menyatukannya. Menjadi dua cahaya yang memancarkan kebahagiaan dari pribadi masing-masing. 

 

Cinta yang amat indah. Sebab ia dipagari kesabaran menuju kehalalan; dicahayai petunjuk sebelum ke jenjang pernikahan; dan dipenuhi ketenangan saat disatukan. 

 

Aku ingin seperti Aisyah, yang selalu mesra dengan Rasul. Yang berlomba berlari, layaknya anak kecil yang menikmati kehidupan ini. 

Yang menyisiri rambut suaminya penuh kasih; membawakan minuman dan makanan, dan bercakap-cakap hangat sebelum tidur. 

 

Maka kunanti kehadiranmu di ujung doa. Kusebut namamu – siapapun engkau – agar Allah mengirimkan dirimu untuk menyempurnakan jalan hidupku.

Kuingin menjadi seorang pengantin tercantik untukmu, dalam hidupmu, di kamarmu, dan sepanjang usimu.

 

Siapapun engkau,

-kunanti engkau di ujung doa.

 

 

 

Engkau…

 

Bagiku engkau adalah:

Sahabat sejatiku

Teman terbaikku

Senyuman terindahku

Kata-kata Romantisku

 

Taman teduhku

Embun sejukku

 

Puisi rinduku

Pantun cintaku

 

Tempat marah, manja, dan berteduh bagiku.

 

 

Pasir Putih Dan Kita

Kau tau,

Aku telah pandai memasak, mengurus rumah, ataupun mengerjakan pekerjaan seorang Ibu.

 

Tapi aku tak pernah menjadi pandai untuk mengungkapkan rasa cinta ini. 

 

Aku terlampau malu setiap kali mengekspresikannya; tak kuasa untuk mengungkapkannya. 

Maka aku ingin engkau mengajakku kembali. Menikmati semilir angin senja; sembari menikmati secangkir teh manis. 

Dan kita bercerita. Kita bercanda. Kita berdua. 

 

…tentang pantai dengan pasir putihnya. Dimana engkau mengajakku ke sana. Membiarkanku menginjak punggung kakimu, lalu melingkarkan tanganku ke lehermu…

Lalu kuikuti gerakanmu: ke kanan ataupun ke kiri. 

 

Tahukah engkau,

Ketika tatapanku dan tatapanmu bertemu, hatiku masih bergetar. Ada sesuatu yang begitu dalam di relung jiwa ini. Tak pernah bisa kuungkapkan. 

Apakah itu sebentuk cinta? Kekaguman? Ataukah kebahagiaan yang merasuk ke setiap serat-serat jantung hatiku?

 

Ah, aku tak pernah tahu. Yang kutahu, cintamu padaku memberiku kedamaian. 

 

 

Ajari Aku Juga

Aku memang terpesona

Pada indahnya akhlakmu.

 

Aku kagum

Pada kegigihan perjuanganmu.

 

Sekaligus iri pada dirimu.

Maka ajari juga diriku,

bagaimana berwajah teduh sepertimu,

menghafal Quran yang terlihat begitu indah di mataku.

 

Atau bangun malam

ber-tahajud demi mensyukuri segala anugerah dalam hidup ini.

 

Engkau adalah,

seorang lelaki yang amat langka.

 

Yang amat sulit kutemukan. Hari ini ataupun esok lusa.