Contoh Pantun Jenaka Anak Anak Sekolah

Contoh pantun jenak anak-anak – www.syairko.com | Pantun adalah sejenis puisi lama yang terdiri dari sampiran dan isi.

Pantun adalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama. Lazimnya puisi hanya terdiri atas 4 lari (baris) bersajak ab-ab atau aa-aa.

Syairko.com telah banyak memberikan contoh-contoh pantun. Seperti pantun nasehat anak dan artinya.

Memberikan contoh macam-macam pantun disertai dengan maknanya akan membuat anak-anak mudah memahami pantun.

Sebagaimana diketahui, pantun bisa dijadikan media pembelajaran bagi masyarakat.

Indonesia banyak mengenal jenis pantun, misalnya pantun adat, pantun agama, pantun nasihat, pantun jenaka, pantun berkasih-kasihan, dan lain sebagainya.

Jadi penggunaan pantun sangat luas. Pantun bisa digunakan dalam berbagai tempat dan peristiwa.

Kali ini kita akan memberikan contoh pantun jenaka anak-anak.

 

 

Pengertian Pantun Jenaka

 

 

Pantun jenaka adalah pantun yang isinya lucu dengan tujuan menghibur. Pantun jenaka juga kadang-kadang digunakan untuk menyindir tetapi dalam suasana yang hangat. Dengan begitu, tidak ada orang yang tersinggung. Justru dengan pantun jenaka akan tercipta suasana yang riang.

Apa arti jenaka?

Saat ini orang sangat jarang menggunakan kata jenaka. Apa sih arti jenaka? Jenaka artinya lucu. Jadi pantun jenaka adalah pantun lucu.

Mungkin anak-anak muda sekarang bisa menyebutnya sebagai pantun lucu humor atau gokil.

Jenaka berasal dari bahasa Melayu. Pantun sendiri sebenarnya lebih berkembang pada suku Melayu. Oleh sebab itu, ketika kita belajar pantun, terutama pantun-pantun lama, kita banyak menemukan kata-kata yang asing.

 

 

Contoh Pantun Jenaka Melayu Lama dan Maknanya

 

Pantun dibawah ini merupakan pantun yang bersumber dari aliashamzah. Tetapi karena banyak kata-kata yang sulit dimengerti, terutama oleh masyarakat Indonesia, saya akan berikan juga makna yang terkandung di dalam pantun-pantun jenaka tersebut.

 

[1]

Oh bulan kemana bintang
Atas pucuk kayu ara
Oh tuan kemana hilang
Dalam bilik anak dara

 

Maknanya: Ada seseorang hilang. Ternyata dia pergi ke rumah perawan.

 

[2]

Atas pucuk kayu ara
Lebat daunnya pokoknya rindang
Hilang kedalam bilik nak dara
Cuma meminta rokok sebatang

Maknanya: Mengapa orang tadi pergi ke rumah perawan? Ia hanya meminta sebatang rokok.

Bait kedua merupakan pantun lanjutan dari pantun yang pertama.

 

Pantun Jenaka Yang Berhubungan Dengan Dunia Binatang

 

 

Pada umumnya pantun jenaka banyak menggunakan dunia binatang sebagai sumber inspirasinya. Alasannya karena dunia binatang sangat dekat dengan anak-anak.

Tujuan pantun jenaka untuk menghibur anak-anak. Dan anak-anak di zaman dahulu sangat senang dengan dunia binatang.

Hal tersebut karena mereka sudah biasanya mendengar dongeng binatang atau yang biasa disebut fabel. Contohnya dongeng kancil, kura-kura, atau buaya.

Di bawah ini beberapa contoh pantun jenaka untuk anak-anak yang berhubungan dengan binatang.

 

[3]

Janda berhias merambah karang
Sirih kuning disangka serai
Melihat tikus mengasah parang
Datang kucing meminta damai

 

[4]

Sudah diambil mari diurut
Diurut dibawah pokok sena
Melihat kambing mencabut janggut
Gajah pula mengorek telinga

 

[5]

Ambil segulung rotan saga
Sudah diambil mari diurut
Duduk termenung harimau tua
Melihat kambing mencabut janggut

 

Itulah beberapa contoh pantun jenaka. Semua bait pantun jenaka di atas berkaitan dengan dunia binatang.

Tentu saja bagi anak-anak yang terbiasa mendapatkan dongeng binatang akan merasa lucu dengan pantun di atas. Apalagi yang menceritakannya si Atuk. Hehehe…

Sayangnya zaman sekarang kita tidak lagi mendapatkan indahnya dongeng.

Kalaupun ada, biasanya ibu atau ayah kita hanya membaca dongeng melalui buku. Padahal seorang ahli dongeng sangat pandai merangkai kata, tanpa harus melihat buku.

Kalau kamu mendengarkan dongeng yang langsung diceritakan oleh pendongeng, pasti kamu suka. Sebaliknya, kalau kamu mendengarkan dongeng dari buku cerita, biasanya membosankan.

 

Jenis-Jenis Pantun Jenaka

 

Pantun jenaka terdiri dari beberapa macam.

Untuk mengteahui lebih jelasnya, berikut ini beberapa macam pantun yang termasuk jenis pantun jenaka.

  1. Pantun Sindir Menyindir
  2. Pantun Kelakar
  3. Pantun Olok-Olok Badan
  4. Pantun Cerita Binatang

Sekarang mari kita pelajari pantun-pantun tersebut beserta contohnya.

 

 

Pantun Sindir Menyindir 

 

 

Pantun sindir menyindir atau pantun sindiran merupakan bagian dari pantun jenaka. Pantun sindiran digunakan untuk menyindir tetapi dalam suasana bergurau.

Dengan suasana bergurau tersebut diharapkan orang yang disindir tidak merasa tersinggung.

 

Contoh Pantun Sindir Menyindir

 

[1]

Panggang roti dibolak-balik
Bunga selasih dimakan pari
Kesal hati si anak baik
Kelas bersih ada yang kotori

Pantun di atas untuk menyindir anak-anak yang suka membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah di dalam kelas. Ucapkan pantun tersebut dengan nada bergurau.

 

[2]

Jika jodoh akan dihantar
Beruk bertanya pada alap-alap
Anak bodoh sok pintar
Ditanya guru tergagap-gagap

Pantun sindiran bait ke-dua bisa diucapkan untuk bersenda gurau dengan teman yang kelihatannya pintar, ternyata ketika ditanya guru tidak bisa menjawab.

 

Pantun Kelakar 

 

 

Karena pantun kelakar sangat lucu, maka pantun kelakar juga termasuk pantun jenaka.

Berkelakar merupakan salah satu ciri khas masyarakat Melayu. Oleh karena itu, pantun kelakar dikenal baik oleh suku Melayu.

Apa yang dimaksud dengan berkelakar?

Dalam bahasa anak muda sekarang, berkelakar artinya lucu-lucuan atau seru-seruan. Tujuannya agar orang yang mendengarnya tertawa dan terhibur.

Pantun kelakar merupakan pantun jenaka untuk orang dewasa. Oleh karena itu dikenal pantun kelakar untuk istri, suami, janda, ataupun mertua.

Sedangkan pantun jenaka untuk anak-anak biasanya berhubungan dengan binatang.

 

 

Contoh Pantun Kelakar

 

 

[1]

Mengapa kakinya menjadi bengkok
Terpijak jarum bengkak jadinya
Mengapa bininya menjadi mabuk
Tak tahan ketiak lakinya

 

 

Pantun Olok-Olok Badan

 

 

Pantun mengolok-ngolok badanpun merupakan bagian dari pantun jenaka. Mengolok-ngolok badan sendiri untuk menertawakan diri sendiri. Sehingga terdengar lucu dan menghibur.

Contohnya mengolok-ngolok kulit yang hitam, badan pendek, kurapan, atau panu.

 

 

Contoh Pantun Olok-Olok Badan

 

 

[1]

Naik kelapa si hewan ketam
Bila mencapit rasanya pedih
Kalau badan sudah hitam
Bagaimana bisa jadi putih

 

 

Itulah beberapa jenis pantun jenaka dan contohnya. Semoga pantun-pantun tersebut bisa jadi bahan bagi kita semua untuk membuat pantun jenaka lainnya.

Sekarang marilah kita membaca pantun jenaka dari syairko.com. Pantun jenaka lucu di bawah ini disesuaikan dengan bahasa kita sehari-hari. Sehingga kamu mengerti.

 

 

pantun jenaka anak-anak

Contoh Pantun Jenaka Anak-Anak Dunia Hewan

 

 

[1]

Bambu runcing di batu karang
Ikan lumpur makannya rakus
Hebatnya kucing membawa parang
Hendak bertempur dengan tikus

 

[2]

Bambu runcing dalam kereta
Kereta banyak membawa arang
Sejak kucing bawa senjata
Tikus takut keluar sarang

 

[3]

Padi sawah isinya hampa
Hutan rimba rumahnya badak
Bumi ini bisa gempa
Kalau monyet mulai berbedak

 

[4]

Ikan pari membeli kancing
Kancing Cina ujungnya lancip
Tikus lari terkencing-kencing
Takut dikejar oleh hansip

 

[5]

Kenapa kancil mencuri timun
Untuk kue dari ketan
Kenapa monyet duduk melamun
Baru diseruduk kambing jantan

 

Baca juga: 100 Bait Pantun Cinta Romantis Gombal 

 

Contoh Pantun Jenaka Anak Sekolah Pilihan

 

 

Kalau malam banyak nyamuk
Hewan badak tak bisa bertapa
Kalau ada orang gemuk
Bumi bergoyang seperti gempa

 

 

Daun pandan di pinggir kali
Air kali mengairi padi
Itu badan kurus sekali
Mirip sekali sapu lidi

 

 

Perkutut senang di hari raya
Maaf… itu kentut saya

 

 

Perkutut mangga cengkir
Itu kentut apa petir?

 

 

Wayang golek rawa rontek
Sudah jelek suka nyontek

 

 

Wayang golek lucunya awet
Sudah jelek ngomongnya cerewet

 

 

Bukannya biji jauh terlontar
Jatuh jauh dalam raudoh
Bukannya saya tidak pintar
Saya hanya sedikit bodoh

 

 

Udang galah suka timun
Kamu sekolah apa melamun?

 

 

Pakai kerudung mau sholat
Itu hidung atau tahi lalat?

 

 

Es serut dari kampar
Liat kamu jadi lapar hehehe…

 

 

Minum jamu dengan sampah
Liat kamu pengen muntah

 

 

Burung gelatik makan ketan
Kamu cantik kayak orang utan

 

 

Duduk anteng di bawah jelutung
Kamu ganteng mirip lutung

 

 

Contoh Pantun Jenaka Anak SD (Sekolah Dasar) dan SMP

 

 

Anak Indonesia belajar pantun semenjak sekolah dasar. Dimulai dari kelas 4 SD hingga kelas 6. Lalu dilanjutkan ketika duduk di bangku SMP dan SMA.

Maka dari itu, syairko.com tetap memberikan berbagai hal mengenai pantun. Baik pengertian, contoh, maupun makna dan artinya.

Untuk kali ini kita akan membuat pantun jenaka anak. Moga-moga bisa membantu kita semua mengerjakan tugas-tugas sekolah.

 

 

Daun talas makin heboh
Makin hebat batang talas
Gurunya malas muridnya bodoh
Hanya ribut di dalam kelas

 

 

Pohon padi dari Siantar
Kecap enak bergambar bango
Gayanya jadi anak pintar
Ditanya guru planga-plongo

 

 

Mari bilas si undur-undur
Lalat itu namanya laler
Di kelas kerjanya tidur
Mata terpejam mulutnya ngiler

 

 

Lihat itu hewan marmut
Sedang berjalan ke kota Garut
Lihat itu anak gendut
Kalau berjalan mendorong perut

 

 

Rambut panjang bau ikan
Miring-miring si rambut pirang
Anak gendut banyak makan
Lima piring masih kurang

 

 

Burung elang terbang ke awan
Makan ikan tidak tertelan
Boleh tanya dong kawan
Itu perut atau buntelan

 

 

Ulang tahun undang badut
Duduk nyantai di kursi rotan
Memang lucu anak gendut
Jalannya ndut-ndutan

 

 

Lucu-lucu itu badut
Bikin ketawa orang ngamuk
Aku ini bukan gendut
Aku ini anak gemuk

 

 

Kenapa banyak nyamuk
Karena banyak lalat
Kenapa badanku gemuk
Karena badanku sehat

 

 

Burung pelatuk pandai memahat
Memahat pohon tinggi lurus
Tubuh gemuk lebih sehat
Daripada badan yang kurus

 

 

Telunjuk berkait dengan kelingking
Beli arang bakar ikan
Badan kurus sangat ceking
Seperti orang kurang makan

 

 

Jari kecil jari kelingking
Kehujanan masuk angin
Lihat itu orang ceking
Melenting ditiup angin

 

 

Harimau bangga punya taring
Kera memanjat pohon duren
Kalau badan kurus kering
Gimana mau tampil keren?

 

 

Makan roti dekat kembang
Kembang kertas pohonnya tinggi
Bagaimana hati tidak bimbang
Kakek ingin menikah lagi

 

 

Telah hinggap kaka tua
Burung cantik dipandang mata
Walau Nenek sudah tua
Tapi kakek tetep cinta

 

 

Ayam bangun pagi-pagi
Sangat indah suaranya
Kakek ingin sikat gigi
Padahal giginya ompong semua

 

 

Terimakasih ya sudah belajar bersama www.syairko.com. Semoga penjelasan pantun jenaka di atas bisa membantu kamu. Masih banyak pantun lainnya selain pantun jenaka anak-anak sekolah ini.