Pantun Nasehat Orang Tua Untuk Anaknya

Pantun Nasehat Orang Tua Kepada Anaknya – syairko.com.

Pantun nasehat adalah pantun yang berisikan bimbingan atau petunjuk kepada manusia agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Salah satu bentuk pantun nasehat adalah pantun nasehat orang tua.

Pantun ini biasanya berisikan nasehat untuk anak-anaknya yang masih muda.

Orang tua mempunyai baik pengalaman. Baik pengalaman baik maupun buruk.

Oleh karena itu, mereka tidak ingin hal-hal buruk menimpa kepada anak-anaknya.

Tujuan nasehat adalah beberapa hal:

  • Agar anak-anak tidak terjerumus kepada hal buruk.
  • Mendorong anak-anak agar menggapai sesuatu yang lebih baik.

Maka dari itu, ada beberapa macam pantun nasehat.

Misalnya pantun nasehat agama. Berisikan wejangan agar hidup dalam aturan agama. Dengan mengikuti ajaran agama, hatipun lapang hidupnya tenang.

Ada juga nasehat agar rajin belajar. Kamu pasti tahu kenapa harus rajin belajar.

Banyak orang tua yang sekarang menyesal karena waktu kecilnya malas belajar.

Sekarang hidupnya susah atau tak sesukses teman-temannya yang rajin belajar.

Karena itu, ia tidak mau anak-anaknya menyesal juga seperti dirinya. Makanya, orang tua kadang keras kepada anak-anaknya.

Itu bukan karena mereka tidak sayang, justru karena mereka sangat sayang kepada kita.

 

 

NASEHAT ORANG TUA KEPADA ANAKNYA AGAR RAJIN BELAJAR

 

 

Berikut ini adalah pantun nasehat orang tua kepada anaknya. Isinya merupakan anjuran agar anak rajin belajar.

Simak satu per satu. Perhatikan tiap baitnya. Lihat juga persajakannya. Agar kamu memahami apa yang disebut dengan pantun.

DENGARLAH NASEHAT ORANG TUA

[1]
Ada onak dalam pedati
Anak ikan makin berani
Wahai anak permata hati
Dengarkan-lah nasehat ini

[2]
Kayu pahat dari rawa
Dalam peti ada permata
Inilah nasehat orang tua
Yang hatinya penuh cinta
[3]
Sungguh sayang si buaya
Pada kancil yang berdarah
Untukmu yang masih belia
Masa depanmu amat cerah

[4]
Kayu papan dari meranti
Tanah gambut menatap surya
Masa depan sedang menanti
Sambutlah dengan penuh ceria

[5]
Kupu-kupu bermain di taman
Lebar sayapnya hingga sekilan
Nasihat ini sebagai pedoman
Petunjuk untuk sepanjang jalan

[6]
Pada perintah Nabi mesti taat
Jangan lupa tunaikan shalat
Semoga mendapat manfaat
Dari setiap bait nasihat

[7]
bersyukur jika badan sehat
badan kuat bagaikan kuda
Pantun ini pantun nasehat
Dari yang tua untuk yang muda

 

RAJINLAH BELAJAR

[8]
Gelatik hinggap di meranti
Tembayat basah karena hujan
Memetik ilmu jangan berhenti
Selama hayat dikandung badan

[9]
Pohon waru untuk jamu
walau jamu pahit di lidah
Hormati guru pembawa ilmu
Agar belajar membawa faidah

[10]
Perahu kecil namanya kayak
Cepat lajunya tak terkejar
Ilmu amatlah banyak
Carilah ia dengan belajar

[11]
Air tajin jatuh tercecar
Jatuh ke api yang berpijar
Siapa yang rajin belajar
Esok cita-cita akan terkejar

[8]
Petik nangka juga sukun
Nangka sukun tiada berduri
Belajar haruslah tekun
Tabahkan hati sabarkan diri

[9]
Adik kakak tampak sepantar
kakal lari adik mengejar
Walaupun engkau pintar
Bisa bodoh bila tak belajar

[10]
Lihat rumah amat bersiku
Malam gelap nyalakan lilin
Ini nasehat untukmu anakku
Belajarlah mesti disiplin

Itulah beberapa bait pantun nasehat orang tua kepada anaknya. Terutama masalah belajar.

Hampir semua orang tua menyuruh anaknya agar rajin belajar.

Jika seseorang tidak belajar di waktu kecil, maka ia bisa saja menyesal di waktu tua.

 

 

PANTUN NASEHAT ORANG TUA KEPADA ANAKNYA BIJAKSANA PENUH MAKNA

 

 

Pantun bukan sekedar permainan. Ia adalah karya sastra.

Oleh karena itu, banyak pelajaran berharga di dalamnya. Termasuk dalam pantun nasehat. Sekarang mari kita baca lagi contoh pantun  nasehat orang tua pada anaknya.

Di bawah ini adalah pantun tentang persahabatan. Setelah itu

 

NASEHAT DALAM BERTEMAN

[11]
Tinggi elang terbang ke awan
Terbangnya bukan angan-angan
Jangan suka mencela kawan
Meski ia punya kekurangan

[12]
Duduk di taman duduk di tepi
Kaki berdarah tertusuk duri
Tanpa teman hidupun sepi
Tiada orang menghibur diri

[13]
Telah hijau daun semanggi
Tumbuh di payau banyak jelaga
Milikilah cita-cita yang tinggi
Gapailah ia sekuat tenaga

[14]
Senang hati di hari raya
Jalan-jalan lihat panda
Ilmu adalah cahaya
Petiklah ia sewaktu muda

[15]
Anak rajin bangunnya pagi
Segera mandi segar badannya
Dengan ilmu derajatpun tinggi
Maka hidupmu akan mulia

[16]
Siapa suka minum jamu
Tak terasa pahit di lidah
Siapa yang punya ilmu
Hidupnya akan mudah

 

NASEHAT BIJAKSANA DARI ORANG TUA TENTANG KEHIDUPAN

[17]
Cahaya redup bunga merekah
Esok akan hari raya
Mengapa hidup harus sedekah
Agar mati menjadi kaya

[18]
Bila duri berjumlah lima
Jangan pergi ke tengah pasar
Saling memberi terhadap sesama
Agar selamat di padang masyar

[19]
Jika hendak naik kelas
Belajarnya jangan malas
Memberi tulus ikhlas
Dalam jiwa pasti membekas

[20]
Elok mengikut resmi padi
Dibuat kue rasanya legit
Siapa sayangi yang di Bumi
Kan disayangi oleh yang di langit

[21]
Angin bertiup ke utara
Udara dingin seolah terbelah
Jika ingin kaya raya
Hati harus berqonaah

[22]
Padaku paman berjanji
Turun ke kolam mengambil ikan
Tiada dibawa harta saat mati
Hanya harta yang diinfakan

[23]
Saat dingin tutup pintunya
Banyak lalat dari kelapa
Kalau ingin hidup bahagia
Tegakan shalat jangan dilupa

[24]
Tangan menjangkau sang tupai
Tupai jatuh rupanya mati
Kalau engkau orang yang pandai
Siapa pula yang engkau ikuti

[25]
Rumah tersusun dari bata
Sapi kecil memakai genta
Ramah terhadap sesama kita
Orangpun suka hatinya cinta

[26]
Untuk apa berangan-angan
Bekerjalah menyerang pantang
Hidup ini semakin ringan
Bila engkau tiada berhutang

[27]
Lembah rendah Bukit Duri
Naik ke puncak yang pertama
Cinta terindah suami istri
Susah senang selalu bersama