Pengertian Pantun Dan Contohnya Lengkap

Pengertian pantun dan contohnya lengkap – syairko.com  | ❀ Hallo semuanya… Bertemu lagi dengan si centil syairko.com.

Tetap semangat belajar ya.

Kan di syairko.com ada pantun nasihat rajin belajar. Coba deh kamu lihat pantun-pantunnya. Ya biar kamu semangat lagi belajarnya.

Dan berhubung kita belajar pantun, kita akan belajar berbagai hal mengenai pantun.

Apa pengertian pantun? Berikan contoh pantun? Contoh dan makna pantun?

Mencari berbagai jenis pantun bisa langsung di syairko.com. Mulai dari pantun jenaka sampai pantun nasehat.

Misalnya saja Contoh Pantun Nasehat Anak-Anak dan Artinya.

Tapi untuk saat ini kita akan mempelajari pengertian pantun terlebih dahulu.

 

 

1. Pengertian Pantun ♩ ♫ ♪

 

 

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang biasanya dalam 1 bait terdiri dari 4 baris. Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata dan biasanya bersajak ab-ab atau aa-aa.

Pantun berasal dari kata panuntun, yang artinya tuntunan.

Dalam satu bait pantun terdiri dari sampiran dan isi.

Secara makna, sampiran tidak memiliki hubungan dengan isi. Hubungan sampiran dan isi terletak pada persajakan atau rima kata.

Rima kata yang terbentuk dari sampiran akan memperindah bunyi pada isi.

2. Ciri Ciri Pantun

 

  • Satu bait biasanya terdiri dari 4 baris/larik
  • Satu baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
  • Baris 1 dan 2 adalah sampiran
  • Baris 3 dan 4 adalah isi
  • Memiliki rima kata aa-aa, ab-ab, aa-bb, atau ab-ba.

Penjelasan:

1 bait terdiri 4 baris.

Itulah bentuk pantun yang paling umum. Setiap baitnya terdiri dari 4 larik.

Contohnya:

  1. →Burung dara burung merpati
  2. →Terbang tinggi jauh melayang
  3. →Jika ingin terhibur hati
  4. →Ingatlah Tuhan Maha Penyayang

 

Satu baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.

Jika melebihi jumlah suku kata di atas, maka akan merusak rima dan persajakan.

Mari kita hitung jumlah suka kata pada bait puisi di atas.

bu-rung-da-ra-bu-rung-mer-pati → 9 suku kata
ter-bang-ting-gi-ja-uh-me-la-yang → 9 suku kata
ji-ka-ing-in-ter-hi-bur-ha-ti → 9 suku kata
Ing-at-lah-Tu-han-Ma-ha-Pe-nya-yang → 10 suku kata

 

Baris 1 dan 2 adalah sampiran

Apa pengertian sampiran? Mengapa disebut sampiran? Sampiran tidak memiliki makna. Karena fungsinya ialah memperindah bunyi.

Definisi sampiran menurut kamus bahasa Indonesia adalah:

paruh pertama pada pantun, yaitu baris kesatu dan kedua berupa kalimat yang biasanya hanya merupakan persediaan bunyi kata untuk disamakan dengan bunyi kata pada isi pantun (biasanya kalimat pada sampiran tidak ada hubungannya dengan bagian isi).

Sampiran biasanya menceritakan tentang hewan, tumbuhan, dan keadaan sekitar.

Contoh sampiran

[1]
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ketepian
………..
………………..

 

[2]

Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke kali
……………………
……………………

 

Baris ke-3 dan ke-4 adalah isi

Pesan atau isi pantun berada pada baris ke-3 dan ke-4.

[1]

…………………..
………………………..
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

 

[2]

……………………
………………………
Dari mana datangnya cinta
Dari mata turun ke hati

 

Contoh Pantun Berima a-b-a-b

 

[1]

Apa tanda indahnya ta-man
Tempat bermain kunang-ku-nang
Apa tanda orang beri-man
Hatinya lapang hidupnya te-nang

 

Perhatikan hubungan antara baris ke-1 dan baris ke-3. Rima akhirnya sama: ta-man dan beri-man.

Lalu perhatikan hubungan antara baris ke-2 dan baris ke-4. Bunyi akhirnyapun sama: ku-nang dan te-nang.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan satu contoh lagi di bawah ini.

[2]

Sungguh indah berbatang le-bat
Banyak tangkai banyak daun-nya
Sungguh indah orang berto-bat
Hidup bahagia hilang dosa-nya

 

Contoh Pantun Berima a-a-b-b

 

[1]

Kura-kura dalam pera-hu
Pura-pura tidak ta-hu
Sudah gaharu cendana pu-la
Sudah tahu bertanya pu-la

 

Penjelasannya:

Rima akhir baris ke-1 dan ke-2 sama, yaitu bunyi [hu]. Oleh karena itu baris ke-1 dan ke-2 berpola a-a.

Sedangkan pada baris ke-3 dan ke-4 bunyi akhirnya adalah [la]. Oleh karena itu baris ke-3 dan ke-4 disebut berpola b-b.

Perhatikan lagi contoh pantun berima a-a-b-b di bawah ini.

 

[2]

Isi nampan dalam pe-ti
Sudah tampan rendah ha-ti
Terbang nampan karena to-pan
Sudah tampan orangnya so-pan 

 

Contoh Pantun Berima a-a-a-a

 

[1]

Tinggi nian pohon kela-pa
Buahnya dibuat berupa-ru-pa
Gadis kecil anak sia-pa
Murah senyum suka menya-pa

 

Pada pantun berima a-a-a-a, semua bunyi akhirnya sama. Pada bait pantun di atas seluruh baris berakhiran suku kata [pa].

Inilah contoh lainnya:

 

[2]

Kunang-kunang naik peda-ti
Kayu palang banyak sepe-ti
Sungguh senang rasanya ha-ti
Ibu pulang membawa ro-ti

 

3. Jenis-Jenis Pantun

 

Klasifikasi pantun bisa berdasarkan beberapa faktor.

Misalnya kita bisa membagi jenis-jenis pantun berdasarkan isinya. Seperti yang pernah dijelaskan pada Macam-Macam Pantun dan Contohnya.

Sekarang ini kita akan melihat pembagian pantun berdasarkan isinya dan bentuknya.

 

 

Jenis-Jenis Pantun Dilihat Dari Bentuknya

 

 

Berdasarkan bentuknya atau jumlah barisnya, pantun terbagi menjadi:

  1. Pantun Biasa
  2. Pantun Seloka / Berkait
  3. Talibun
  4. Pantun Karmina / Kilat

Sekarang mari kita lihat penjelasan dan contohnya untuk masing-masing pantun.

  1. Pantun Biasa

Pantun biasa adalah pantun yang biasa kita kenal. Cirinya: dalam satu bait berjumlah 4 baris.

Contoh:

[1]

Tupai sedang sakit mata
Naik rakit ke padang datar
Untuk apa bermain cinta
Lebih baik banyak belajar

[2]

Mati lampu beli lilin
Tak sengaja berjumpa tekukur
Hiduplah dengan disiplin
Hidup tertata serta teratur

2. Pantun Seloka

Pantun seloka disebut juga pantun berkait. Disebut pantun berkait karena antara satu bait dengan bait berikutnya saling berkaitan.

Ciri-Ciri Pantun Seloka:

  • Baris ke-2 dan ke-4 pada bait pertama menjadi baris ke-1 dan ke-3 pada bait kedua.
  • Baris ke-2 dan ke-4 pada bait kedua dipakai menjadi baris ke-1 dan ke-3 pada bait ketiga.
  • Demikian seterusnya.

Pantun seloka bisa juga dipakai untuk gayung bersambut, atau mirip dengan berbalas pantun.

Contoh :

[Bait I]

Putih uban terlihat mata [baris I]
Tanda sudah tua umurnya [baris II]
Rela berkoban karena cinta [baris III]
Agar hidup kita bahagia [baris IV]

 

[Bait II]

Tanda sudah tua umurnya [baris I]
Kulit keriput itu tandanya [baris II]
Agar hidup kita bahagia [baris III]
Aku akan selalu setia [baris IV]

 

[Bait III]

Kulit keriput itu tandanya [baris I]
Jika lama mengetam padi [baris II]
Aku akan selalu setia [baris III]
Meski apa yang terjadi [baris IV]

 

 

3. Pantun Talibun

Pengertian Pantun Talibun: Pantun talibun adalah pantun yang dalam satu bait jumlah barisnya lebih dari empat. Bisa 6, 8, atau 10.

Seperti pantun lainnya, satu bait talibun terdiri dari dua bagian. Setengah pertama untuk sampiran dan setengah berikutnya adalah isi.

Contoh:

Ibu mengambil air tajin
Diberi warna daun suji
Suji dipotong dengan belati
Jadilah anak yang rajin
Rajin belajar rajin mengaji
Sepanjang hidup tenang hati

 

Baca juga:

Kumpulan Pantun Nasehat Anak-Anak Dan Artinya.

4. Karmina / Pantun Kilat

Pengertian pantun karmina:

Pantun karmina adalah pantun yang hanya terdiri dari dua baris.

Ciri-Ciri Pantun Kilat:

  • Terdiri dari 2 baris.
  • Baris pertama sampiran
  • Baris kedua isi
  • Persajakannya adalah a-a

 

Contoh:

Dulu panci sekarang besi
Dulu banci sekarang masih

Badut suka tahu gejrot
Dulu gendut sekarang gembrot

Si berintik pakai batik
Sudah cantik orangnya baik

Burung gelatik ada di kolong
Sudah cantik suka menolong

Perkutut suka meledek
Itu kentut atau geledek?

Tukang badut suka nyetir
Ini kentut bukan petir

 

Jenis-Jenis Pantun Berdasarkan Isinya

 

 

Selain dilihat dari jumlah barisnya, kita juga mengenal pantun berdasarkan isinya.

Berdasarkan isinya, pantun dibagi menjadi:

  1. Pantun Anak-Anak
  2. Pantun Anak Muda
  3. Pantun Jenaka
  4. Pantun Teka-Teki
  5. Pantun Orang Tua

 

 

1. Pantun Anak-Anak

Pengertian Pantun Anak-Anak:

Pantun anak-anak adalah pantun yang dibuat untuk anak-anak; mengekspresikan perasaan dan pikiran anak-anak.

Misalnya tentang perasaan senang, sedih, atau menceritakan hal-hal lucu.

 

Contoh :

[1]

Arus sungai terlihat tenang
Membawa sampan berisi tulang
Aku, ibu, adikpun senang
Melihat Ayah sudah pulang

[2]

Sudah sulit makin payah
Mencari jarum dekat talam
Aku cinta ibu dan ayah
Dari hati yang paling dalam

[3]

Bila gelatik turun ke rawa
Sisa arang akan dibawanya
Lihat adik bayi tertawa
Semua orang merasa bahagia

 

2. Pantun Anak Muda

Pengertian Pantun Anak Muda:

Pantun anak muda adalah pantun yang berhubungan dengan pikiran, perasaan, dan hal-hal berkenaan anak muda. Misalnya tentang jatuh cinta, kenalan, berdagang, dan lain sebagainya.

Pantun ini sangat disukai oleh para remaja.

Tema pantun anak muda biasanya adalah cinta, rindu, sakit hati, gombal, bahkan pantun semangat atau motivasi.

 

Contoh:
[1]

Dari mana datang perintah
Dari Allah turun ke Nabi
Dari mana datangnya cinta
Dari mata turun ke hati

[2]

Bila mata terkena debu
Teteskan dengan air randu
Bila cinta bersemi di qalbu
Siang malam selalu rindu

Contoh pantun cinta anak muda:

100 Pantun Cinta Romantis Lucu dan Gokil.

[3]

Abang soleh naik kereta
Alangkah bahagia hatinya
Bila boleh aku meminta
Ingin kuminta hati setia

 

 

3. Pantun Jenaka

Pengertian Pantun Jenaka:

Jenaka artinya lucu. Jadi pantun jenaka adalah pantun yang isinya hal-hal lucu yang dengannya suasana menjadi riang dan ceria.

Pantun jenaka anak-anak tempo dulu biasanya berkaitan dengan dunia binatang. Hal ini karena pada zaman dahulu anak-anak biasa mendengar dongeng dunia hewan dari orang tua mereka.

Misalnya tentang dongeng tentang kancil, harimau, ular, burung, tupai, monyet, buaya, dan lain-lainnya.

Kamu bisa baca:

Pantun Jenaka Anak-Anak Sekolah

Di sana banyak sekali contoh pantun jenaka anak-anak.

 

Contoh:

Harimau sudah dilantik
Disaksikan oleh kepompong
Dia memang sangat cantik
Sayang giginya banyak ompong

 

 

4. Pantun Teka-Teki

Pengertian Pantun Teka-Teki:

Pantun teka-teki adalah pantun yang isinya merupakan pertanyaan berupa teka-teki.

 

Contoh:

[1]

Mari petik buah pepaya
Jangan sampai turun petang
Bersisik bukan buaya
Bermahkota bukan raja

 

[2]

Minum kopi duduk di kedai
Dapat kelapa taruh di baki
Kalau kamu memang pandai
Binatang apa tanduk di kaki?

 

 

5. Pantun Orang Tua

Pengertian Pantun Orang Tua:

Pantun orang tua adalah pantun yang berisi wejangan dan nasehat dari orang tua. Yang termasuk pantun orang tua adalah:

  • Pantun Nasehat
  • Pantun Adat
  • Pantun Agama

 

Contoh:

[1]

Hutan bakau tumbuh tomat
Tumbuhnya lama sangat lambat
Supaya engkau mendapat rahmat
Segeralah engkau bertaubat

 

[2]

Pahlawan perang usir Belanda
Agar kita hidup merdeka
Hormati Ayah dan Bunda
Niscaya Tuhan akan cinta

Silakan lihat juga:

Pantun Nasehat dan Maknanya

Itulah penjelasan untuk berbagai macam pantun beserta contohnya. Jadi sekarang kamu lebih mengerti. Jangan lupa lihat kumpulan pantun lainnya setelah kamu selesai membaca jenis-jenis pantun beserta contohnya.